Persiapan MTQ 2028 di Maluku Utara, Prof. Zudan: Penyelenggaraan MTQ harus Berdampak Lebih Luas
Ternate, 15 Agustus 2026 — Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H. menghadiri rangkaian kegiatan persiapan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional Tahun 2028 yang rencananya akan diselenggarakan di Provinsi Maluku Utara. Dalam kesempatan bersejarah tersebut, Prof. Zudan menyampaikan pesannya dengan tegas dan penuh makna: penyelenggaraan MTQ Nasional harus mampu meninggalkan dampak yang jauh lebih luas dan mendalam bagi masyarakat sekitar, jauh melampaui sekadar seremonial pertandingan keagamaan.
Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen BKN untuk ikut berkontribusi aktif dalam event nasional bertaraf internasional yang tidak hanya menjadi kebanggaan umat Islam Indonesia, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan moral di kalangan aparatur sipil negara.
MTQ sebagai Momentum Pembangunan Daerah
Salah satu pesan terpenting yang disampaikan Prof. Zudan adalah perlunya mengubah paradigma penyelenggaraan MTQ Nasional — dari sekadar kompetisi keagamaan biasa menjadi momentum strategis untuk pembangunan daerah secara menyeluruh. MTQ Nasional yang dihelat dua tahun sekali ini seharusnya menjadi katalisator bagi pembangunan infrastruktur, peningkatan ekonomi lokal, penguatan budaya dan pariwisata, serta perbaikan tata kelola pemerintahan di daerah tuan rumah.
"Maluku Utara mendapat kehormatan luar biasa menjadi tuan rumah MTQ Nasional 2028. Saya berharap ini tidak hanya dimanfaatkan untuk membangun panggung pertunjukan selama beberapa minggu, tetapi menjadi titik tolak pembangunan daerah yang berkelanjutan selama bertahun-tahun ke depan," ujar Prof. Zudan di hadapan para pejabat pemerintah Maluku Utara dan panitia penyelenggara.
Lima Dampak yang Harus Diinginkan dari MTQ Nasional
Prof. Zudan merinci lima dimensi dampak yang harus diupayakan secara sadar dan terencana dalam penyelenggaraan MTQ Nasional 2028 di Maluku Utara:
- Dampak spiritual dan moral: MTQ harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dan penghayatan nilai-nilai Al-Quran di kalangan masyarakat luas, bukan hanya peserta dan juri yang terlibat langsung. Program pengkajian Al-Quran, halaqah, dan ceramah keagamaan harus dikemas secara inklusif dan menarik untuk menjangkau berbagai segmen masyarakat.
- Dampak ekonomi lokal: Event sebesar MTQ Nasional membawa ribuan peserta, official, dan pengunjung dari seluruh Indonesia. Ini adalah peluang emas bagi UMKM dan pelaku ekonomi lokal Maluku Utara. Panitia harus memastikan ekonomi lokal benar-benar menjadi pemenang utama dari penyelenggaraan ini.
- Dampak infrastruktur dan konektivitas: Persiapan MTQ Nasional seharusnya menjadi momentum untuk membangun dan meningkatkan infrastruktur yang akan terus bermanfaat jauh setelah event berlalu — jalan, venue, fasilitas umum, dan konektivitas transportasi.
- Dampak pariwisata: Maluku Utara menyimpan kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. MTQ Nasional adalah kesempatan untuk memperkenalkan keindahan dan keunikan Maluku Utara kepada puluhan ribu orang dari seluruh Indonesia, yang diharapkan akan kembali lagi sebagai wisatawan.
- Dampak pada kualitas ASN: Bagi BKN khususnya, MTQ Nasional adalah kesempatan untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan moral di kalangan ASN sebagai fondasi integritas yang sejati dalam pelayanan publik.
Kesiapan Maluku Utara sebagai Tuan Rumah
Dalam kunjungan lapangan yang dilakukan bersama tim dari BKN dan instansi terkait, Prof. Zudan mengecek secara langsung kesiapan berbagai aspek penyelenggaraan MTQ 2028. Beberapa lokasi yang dikunjungi antara lain calon venue utama pertandingan, penginapan peserta, fasilitas transportasi, serta potensi-potensi wisata yang bisa diintegrasikan dalam rangkaian kegiatan MTQ.
Secara umum, Prof. Zudan mengapresiasi semangat dan keseriusan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam mempersiapkan event akbar ini. Namun, ia juga memberikan sejumlah catatan penting yang perlu segera ditindaklanjuti, terutama terkait dengan kesiapan infrastruktur akomodasi, kapasitas transportasi antarpulau, dan sistem koordinasi lintas OPD yang perlu diperkuat.
Peran BKN dalam MTQ Nasional
BKN sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas pengelolaan ASN memiliki peran ganda dalam penyelenggaraan MTQ Nasional. Di satu sisi, BKN turut serta sebagai kontestan yang mengirimkan kafilah terbaiknya untuk berlaga dalam berbagai cabang perlombaan. Di sisi lain, BKN juga berperan sebagai mitra strategis dalam mendorong agar MTQ menjadi sarana pembangunan karakter ASN yang berintegritas.
"BKN hadir di MTQ bukan hanya untuk menang di perlombaan. Kami hadir untuk menunjukkan bahwa aparatur negara Indonesia adalah insan-insan yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan profesional secara teknis, tetapi juga kuat secara spiritual dan bermoral mulia," tegas Prof. Zudan.
Kolaborasi Persiapan MTQ 2028
Untuk memastikan MTQ 2028 di Maluku Utara berlangsung sukses dan berkesan, BKN berkomitmen untuk berkontribusi aktif dalam proses persiapan. Ini termasuk memberikan masukan terkait tata kelola panitia, dukungan teknis dalam sistem informasi penyelenggaraan, serta koordinasi dengan instansi-instansi pemerintah terkait di tingkat pusat dan daerah.
Dengan dua tahun persiapan yang tersisa, Prof. Zudan optimis bahwa Maluku Utara akan mampu menyelenggarakan MTQ Nasional 2028 yang tidak hanya memenuhi standar teknis penyelenggaraan, tetapi juga meninggalkan warisan (legacy) yang berarti bagi generasi mendatang di Maluku Utara dan Indonesia pada umumnya.
